Hubungan Antara Ngebir Dan Musik Keras Terungkap!
Hubungan Antara Ngebir Dan Musik Keras Terungkap!
Posted by | Sunday, 3 December 2017

Beberapa pria yang ngebir di bar cenderung menghabiskan minuman mereka lebih cepat seiring bertambahnya level suara, begitu hasil penelitian sekelompok tim. Penelitian itu dirangkum dalam jurnal Alcoholism: Clinical & Experimental Research dan mengatakan kalau industri minum telah mengetahui kenyataan bahwa musik memiliki efek terhadap seberapa lama orang-orang tinggal di bar.

Penulis utama Nicolas Guéguen, seorang profesor yang mendalami ilmu perilaku di Université de Bretagne-Sud Perancis mengatakan jika penelitian sebelumnya telah menunjukan seberapa cepat musik dapat mengakibatkan minum secara cepat serta pengaruh musik terhadap seberapa lama orang minum di bar.

Para peneliti secara diam-diam mengunjungi dua bar di sore hari Sabtu yang terletak di bagian barat Perancis. Observasi itu melibatkan 40 pria berusia 18-25 tahun yang tidak sadar kalau diri mereka tengah dikaji. Hanya mereka yang memesan segelas draft bir yang dikaji dalam penelitian ini.

Dengan persetujuan dari para pemilik bar, peneliti kemudian memanipulasi secara acak volume musik antara 72 dB, yang dianggap sedikit di atas suara percakapan pada umumnya, dan 88 dB, yang dianggap merupakan level suara tinggi serta setara dengan suara blender dan arus kendaraan kota.

Musik telah diatur sebelum memilih seorang partisipan yang kemudian dipantau dan setelah ia pergi dari bar, level suara kembali diacak sebelum akhirnya partisipan lain dipilih.

Hasilnya menunjukan jika level suara yang tinggi menggiring para penikmat bir mempercepat sesapan mereka dalam waktu yang lebih singkat.

Dikutip dari Telegraph, Profesor Guéguen mengungkapkan dua alasan terkait dengan penemuan ini. Yang pertama, sebagai bentuk persetujuan dengan penelitian sebelumnya terhadap musik, makanan dan minuman, level suara yang tinggi bisa mengakibatkan penambahan selera. Inilah yang membuat seseorang bisa minum lebih cepat dan memesan minuman lagi.

Kedua, musik keras bisa bmenimbulkan efek negatif terhadap interaksi sosial di bar sehingga orang-orang minum lebih banyak karena mereka sedikit berbicara.

Rata-rata jumlah minuman yang dipesan oleh konsumen bertambah dari 2.6 jika suara musiknya kecil ke angka 3.4 ketika level suara tinggi.

Volume suara yang tinggi juga berarti penikmat bir menyesap minumannya lebih cepat dengan waktu 11.54 menit dibanding dengan saat volume suara lebih pelan yakni 14.51 menit.

Jadi, kalau kamu merasa di tempatmu ngebir musiknya terlalu keras, mulailah perhatikan pesananmu. Jangan sampai kamu minum kebablasan dan lupa untuk #TahuBatasnya. Share tulisan ini agar teman sesama pecinta bir tahu apa hubungan musik keras dan ngebir ya!

 

LR

Via : Telegraph

Share This:

Comments