Inilah Alasannya Mengapa Kemasan Bir Botol Berwarna Coklat atau Hijau • BEERGEMBIRA.COM
Inilah Alasannya Mengapa Kemasan Bir Botol Berwarna Coklat atau Hijau
Posted by | Monday, 13 March 2017

Bir merupakan minuman yang telah lama dikenal oleh umat manusia. Malahan, saking tuanya bir, minuman tersebut didaulat setua dengan umur peradaban umat manusia sendiri. Terlepas dari kenyataan tersebut, pernahkah kamu berpikir kenapa botol bir tidak memiliki warna selain coklat dan hijau?

Minuman yang muncul di Indonesia pada tahun 1929 ini diprediksi merupakan hasil kebudayaan dari orang-orang Mesir jutaan tahun yang lalu. Hanya saja, baru di abad ke-19 bir baru pertama kali di kemas dalam botol dan dijual secara komersil.

Para pembuat bir pada masa itu menyadari bahwa kaca dapat menjaga tipple mereka segar dan menyimpan bir sesuai dengan kepuasan para pelanggannya.

Seiring dengan berkembangnya industri minuman tersebut, bir akhirnya dikemas dalam gelas kaca tanpa warna. Penyimpanan bir model seperti ini tampaknya bekerja dengan baik untuk beberapa waktu. Bisa jadi, pengemasan ini merupakan solusi di musim dingin. Namun, jika ditinggalkan di bawah paparan sinar matahari dan mengubah rasanya.

Solusi dari permasalahan tersebut? Kemasan botol kaca gelas berwarna hijau atau coklat. Warna yang lebih gelap dapat melindungi bir dari paparan sinar UV. Warna tersebut dapat memberikan perlindungan lebih dan bir terbebas dari ancaman basi.

Mungkin kamu bertanya, kalau pilihan kemasan botol kaca bir diantara coklat dan hijau, kenapa justru botol berwarna hijau lebih banyak daripada yang warna coklat?

Ternyata, usut punya usut, alasannya adalah karena gelas kaca berwarna coklat jauh lebih sulit didapatkan saat Perang Dunia ke-2.

Semenjak saat itu, botol berwarna hijau menjadi warna bir tradisional meskipun kamu dapat melihat bir berkemasan warna coklat.

Di masa sekarang, para pembuat bir bisa mengaplikasikan lapisan pelindung UV ke gelas kaca untuk menjaga rasa lebih baik lagi. Tapi mereka mungkin tetap memakai warna botol yang begitu karena kesan konvensionalnya.

The more you know, huh?

 

LR

Via : Mirror

Share This:

Comments