Sebelum Beer Tasting, Ketahui Dulu Peranan Warna Bir
Sebelum Beer Tasting, Ketahui Dulu Peranan Warna Bir
Posted by | Tuesday, 19 September 2017

Saat pergi ke acara beer tasting atau membaca ulasan di media sosial mengenai bir yang menggelitik rasa penasaranmu, seringkali kamu menemukan kalau bir tertentu memiliki warna tertentu kemudian dilanjutkan dengan jargon lain mengenai rasa serta penjelasan singkat mengenai cara pembuatannya. Dalam benak si pemula yang baru menikmati bir mungkin pertanyaan ini muncul: apakah peranan warna bir dalam ulasan atau beer tasting itu sendiri?

Bisa saja kamu berpikir seseorang begitu mudah menjabarkan dalam ulasannya mengenai segelas pint bir serta menyatakan kalau warna bir tersebut adalah “brownish” atau kecoklat-coklatan. Namun warna bir, sama seperti rasa serta body atau berat masanya, memiliki kurang lebih penjelasan yang cukup rumit.

Mengingat bir terbuat dari sari pati gandum, warna bir biasanya meliputi warna keemasan hingga merah dan coklat (dengan variasi keburaman dan opasitas tergantung dari jenis bir itu sendiri). Spektrum ini biasa diukur lewat apa yang dinamakan “derajat Lovibond,” berdasarkan sebuah sistem yang dikembangkan oleh J.W. Lovibond di akhir abad ke-19.

Derajat Lovibond

Derajat Lovibond

Sebagai bentuk kontrol akan kualitas, Lovibond membuat satu rangkaian piringan gelas berwarna yang menjadi contoh ukuran bir. Meskipun sistem tersebut bekerja cukup baik dalam rentang beberapa waktu, sistem tersebut pun subjektif−sangat tergantung pada interpretasi visual mata seseorang.

Dalam perkembangannya, sistem Lovibond ini diganti dengan cara spectrophotometer dari Standard Reference Model pada tahun 1951. Cara baru tersebut pad adasarnya megukur hilangnya intensitas cahaya biru selagi menembus beberapa sentimeter bir yang diuji.

Tentu saja hal-hal tersebut tidak terlalu penting bagi para penikmat bir, bahkan untuk mereka yang levelnya menikmati birnya sudah tinggi, untuk mengetahui SRM ini. Namun kalau kamu tertarik dengan kegiatan brewing, sangatlah disarankan jika kamu mengambil sebuah panduan warna seperti panduan Davison.

Kalau kamu hanya ingin mengetahui lebih detail mengenai visual birmu, sebenarnya ada cara yang lebih mudah: saat birmu datang, minumlah dengan matamu terlebih dahulu.

Bir bisa saja disajikan dalam kemasan botol atau kaleng, namun cara terbaik untuk mendapatkan pengalaman sempurna menikmati bir adalah dengan sebuah gelas. Tidak hanya bisa menambah paparan oksigen ke agen aromatik dalam bir, gelas pun dapat mempertontonkan warna apa sebenarnya bir yang kamu pesan.

Warna bir bisa memberikanmu kisi-kisi mengenai rasa yang dikandung bir tersebut. Kemungkinannya adalah, bir berwarna gelap karena bir tersebut mengandung malt panggang, jadi kamu bisa berekspektasi akan merasakan rasa coklat, kopi, atau rasa senada lainnya.

Bir warna keemasan medium terbuat dari gandum atau barley memiliki rasa roti dalamnya. Bir dengan warna kemerahan bisa jadi mengandung malt dengan beberapa rasa kacang atau buah-buahan. Kemudian bir dengan warna yang terang biasanya memiliki karakteristik asam, sitrus, renyah, buah tropis, atau pedas dan sebagainya.

Tidak terlalu sulit bukan? Tentu saja cara terbaik untuk mengetahui gambaran kecapan lidahmu berdasarkan mata adalah dengan melihat terlebih dahulu kemudian sesap dan rasakan.

Jadi nggak sabar menunggu rangkaian acara beer tasting dari Beergembira? Coba deh cek dulu laporan acara terdahulunya ya!

 

LR

Via : Vine Pair

Share This:

Comments