Selain Wine, Bangsa Yunani Zaman Prasejarah Juga Menggemari Bir
Selain Wine, Bangsa Yunani Zaman Prasejarah Juga Menggemari Bir
Posted by | Monday, 5 February 2018

Bangsa Yunani kuno terkenal dengan minuman anggur, tapi ternyata minuman tersebut bukanlah satu-satunya jenis minuman beralkohol yang mereka gemari menurut sebuah penelitian baru yang mendeskripsikan dua penemuan berpotensi Jaman Perunggu; salah satunya adalah kegemaran bangsa tersebut akan bir.

Penemuan bir ‘stout’ menandakan adanya sebuah fasilitas pembuatan bir tertua di Yunani dan membalikan gagasan jika minuman khas di zaman kuno daerah tersebut hanyalah anggur, begitu kata para peneliti.

Dikutip dari Live Science, seorang peneliti yang bernama Tania Valamoti yang juga merupakan rekan professor di jurusan arkeologi di Aristotle University of Thessaloniki, Yunani, mengatakan bahwa penemuan tersebut sangatlah mengejutkan bagi negara Yunani karena sampai detik ini bukti-bukti yang tersedia masih mengarah ke minuman anggur.

Penemuan penelitian ini memberikan petunjuk jika bangsa Yunani zaman prasejarah menggunakan minuman beralkohol untuk makan sepanjang tahun, bukannya menjadikan minuman tersebut sebagai konsumsi musiman seperti ketika panen anggur.

Para arkeolog menemukan beberapa sisa bangunan yang kemungkinan besar digunakan untuk pembuatan bir, beberapa terletak di Archondiko di bagian utara Yunani, dan yang lainnya berada di Agrissa, sebuah situs yang terletak di Archondiko sebelah timur Yunani. Kedua situs tersebut telah rusak dikarenakan oleh kebakaran, yang mengubah mereka menjadi sebuah kapsul waktu. Setelah kebakaran, masyarakat prasejarah pindah, meninggalkan artefak-artefak terbakar yang tak terhitung jumlahnya, termasuk sisa-sisa gandum.

Di Archondiko, para arkeolog menemukan sekitar 100 gandum berasal dari awal Zaman Perunggu, sekitar 2,100 sampai 2,000 SM. Di Agrissa, mereka menemukan sekitar 3,500 gandum yang berasal dari pertengahan Zaman Perunggu, sekitar 2,100 sampai 1,700 SM.

Penemuan gandum ini sangatlah penting sebab dikaitkan dengan motivasi pembuatan bir yang akrab dengan proses penyemaian gandum (dan proses tersebut juga dikenal dengan sebutan malting), yang mengubah gandum menjadi gula. Valmoti menyatakan jika dirinya 95% yakin jika gandum yang ditemukan baik itu di Archondiko maupun Agrissa merupakan bahan utama pembuatan bir pada kala itu.

Penemuan ini, yang didanai sebagian oleh proyek “PlantCult” European Research Council, dipublikasikan secara online pada tanggal 30 Desember 2017 dengan judul jurnal Vegetation History and Archaeobotany. Kalau kamu mau membaca hasil penelitian ini, cek linknya di sini ya!

Jangan lupa bagikan berita ini pada teman-temanmu sesama pecinta bir supaya mereka jauh lebih mengenal minuman kesukaan mereka!

 

MLR

Via : Live Science

Share this :

Comments