Bud Light : Simplifikasi Bir sekaligus menyindir Craft Beer
Campaign Bud Light : Simplifikasi Bir Sekaligus Menyindir Craft Beer
Posted by | Wednesday, 1 November 2017

Merk besar bukan berarti berhenti berinovasi. Inovasi tidak hanya datang dari cara sebuah brewery mengolah bir, bisa juga melalui konten marketing yang ditawarkan. Hal itu mungkin yang disadari oleh Bud Light, ketika membuat sebuah video ads berdurasi 30 detik, dengan tema mendasar seputar komponen dari bir.

Pada dasarnya, kita, para penikmat bir, mengetahui sesungguhnya bir adalah susunan dari komponen bahan alami. Terdiri dari air, barley, bunga hops dan ragi yang dihasilkan dari proses fermentasi. Hal tersebut adalah pengetahuan mendasar dari para brewmaster.

Nah, tapi siapa sangka dari hal sesederhana itu dapat dimanfaatkan oleh Bud Light sebagai tema kampanye mereka? Untuk kamu yang belum tahu brand ini, Bud Light adalah merk bir ternama asal Amerika yang sudah memiliki saham yang cukup besar di pasar bir dunia. Melalui kampanyenya, Bud Light ingin menggiring opini para penikmat bir sejati jika sebaiknya menghargai ke empat bahan essensial bir dan satu bahan tambahan ciri khas dari bir ini, yaitu beras. Bud Light ingin menyampaikan sebuah pesan damai kepada target konsumennya kalau “Simple beer is good too”, tanpa bermaksud menyinggung jenis-jenis bir lainnya yang ada di muka bumi.

Kalau kita telaah selalu ada pesan terselip di balik sebuah kampanye iklan. Hal tersebut juga berlaku pada video ads yang dibuat oleh Bud Light. Di video tersebut, Bud Light menampilkan berbagai macam beer pairings yang memiliki komposisi lebih kompleks dibandingkan dengan bir jenis lager yang menjadi jagoan mereka. Bud Light sepertinya menyelipkan pesan subliminal seperti sindiran kepada industri bir kriya yang semakin revolusioner dengan berbagai macam eksperimen bir yang mereka buat. Sindiran itu disampaikan Bud Light dalam videonya secara halus dengan mengatakan “bahwa banyak bir memiliki komponen yang kompleks namun bir kita terdiri dari bahan yang esensial”.

Tidak ada salahnya memang dengan pergerakan bir kriya, namun Bud Light membuat kita jadi tahu kalau industri bir kriya berpotensi menjadi ancaman untuk brand yang besar seperti Bud Light. So far, berarti sebuah brand besar juga memiliki kekhawatiran akan industrinya ya?

 

SC

Via : AdAge

Share This:

Comments