Ihsan Setiawan
Beergembira #ThrowbackThursday: #BeerChat with Lawless Jakarta

Halo semua! Kali ini kita punya Throwback Thursday edisi pertama. Apa sih Throwback Thursday? Jadi di setiap edisi Throwback Thursday kita bakal ajak kamu semua kembali ke sesi #Beerchat yang pernah kita buat di akun Instagram Beergembira. 

Obrolan seru dan birmanfaat pasti banyak faedahnya kan? 

Nah, di edisi pertama, kita ajak kamu kembali ke 17 April 2017. Throwback Thursday proudly bringing back our Beerchat with Lawless Jakarta! Kami ngobrol banyak dengan orang-orang yang berperan besar untuk Lawless yaitu Sammy Bramantyo (@sam_bram), Roni Pramaditia (@pramaditia), Arian Arifin (@aparatmati), Yusuf Abdul Jamil (@ucuplawless), Gofar Hilman (@pergijauh). 

Simak highlight dari obrolan seru kita waktu itu yuk. Open your beer can and relax, have a fun time with our Beerchat! 

 

Beergembira: Beer.Bikes.Black Sabbath. Tell us more about them. Seberapa dekat ketiga hal ini dalam hidup kalian?

Roni Pramaditia: Bir sih dari sejak usia legal, sampai sekarang selalu menikmati. Bikes, mulai dari BMX sampai RX King pasti ada di hati. Black Sabbath adalah kitab suci.

Sammy Bramantyo: Dekat sekali. Gue cukup rutin minum bir dan selalu senang mencoba bir-bir baru tiap traveling. Punya beberapa motor di garasi, dan punya band yang banyak dipengaruhi sama riff-riff dari Tony Iommi.

Gofar Hilman: Deket banget, soalnya kalau mau motoran letaknya dekat pintu rumah, mau bir letak kulkasnya dekat ruang kerja, Black Sabbath sejatiku iyalah Black Sabbath dekat,

Yusuf Abdul Jamil: Setiap hari ngoprek motor. Setiap lembur mesti ada bir. Black Sabbath nggak. Gue Reggae.

 

Beergembira: Pengen menikmati bir. Lantas yang ada: Bir nggak dingin dan es batu. Ada kulkas sih. Apa yang akan kalian lakukan?

Gofar Hilman: Birnya dinginin dulu, 4 hari lah kira-kira.

Yusuf Abdul Jamil: Sering banget dapet bir nggak dingin, enak juga kok.

Roni Pramaditia:  Bir masukin kulkas, tunggu sampai dingin, sambil nunggu konsumsi minuman lain. Jangan kayak orang susah.

Sammy Bramantyo:  Minum bir room temperature, Mau gak mau. Bir pake es? Blasphemy!

 

Beergembira: Sebutkan 3 jenis yah, bukan merk, bir paling favorit?

Roni Pramaditia: Pilsener, IPA dan Lager.

Yusuf Abdul Jamil:  Pilsener, Lager, Stout.

 

Beergembira: Kami lihat di Instagram Lawless Jakarta ada postingan kalian dengan Bir Bintang Indonesia. Ini kalian jadi ambassador, bintang iklan atau apa?

Yusuf Abdul Jamil:  Kami berlima jadi ambassador bir Bintang 2017 #adem.

Roni Pramaditia: Kami penikmat bir Bintang Indonesia sejak dahulu kala. Cuma masalah waktu saja sampai Bir Bintang Indonesia sadar kita bisa jadi ambassador.

Sammy Bramantyo: Bisa dibilang sebagai ambassador sih. Kami support kampanye Bir Bintang Indonesia tahun ini. Setelah kami, akan ada ambassador lain yang akan diperkenalkan.

 

Beergembira: Kami mengkampanyekan #TahuBatasnya; mengajak penikmat bir untuk bertanggung jawab dengan tidak pernah berlebihan. Bagaimana tanggapan kalian tentang penikmat bir yang ada sejauh ini? Bagaimana cara terbaik mengedukasi mereka tentang kampanye ini? Perlukah campur tangan pemerintah?

Yusuf Abdul Jamil:  Min, pertanyaannya susah gini. Soal #TahuBatasnya lewat kampanye edukasi cara gue ajak minum bir bareng aja, kalau kebanyakan terus mabok kita isengin deh. Nanti juga capek sendiri, nggak perlu campur tangan pemerintah banget!

Sammy Bramantyo: Mereka baik-baik saja sepertinya. Yang banyak ada kejadian nggak enak itu setau gue yang minum selain bir. Untuk edukasi, bisa terus menginformasikan resiko-resiko dari alcohol abuse. Campur tangan pemerintah perlu. Bukan untuk melarang sama sekali, tapi mengedukasi. Untuk membuar masyarakat lebih bijak dlaam menikmati minuman beralkohol.

Roni Pramaditia: Sekolah itu harus komprehensif. Ajarkan bangsa itu untuk mengerti efek negatif dan positif apapun! Batas itu ada ketika masyarakat sadar sepenuhnya. Sadar itu ketika government, private dan civil society tahu apa yang harus dilakukan! Nggak kayak sekarang, banyak yang bodoh dan selfish.

 

Beergembira: Kata Ucup, pertanyaan nomor 5 tadi terlalu serius. Okay, kami ganti deh sekarang dengan pertanyaan kurang penting tapi please jawab. 3 lagu buat nemenin menikmati bir malam in dong!

Arian Arifin : Untuk sekarang: Dum Dum Girls “Bedroom Eyes,” Black Anvil “As Was,” & Power Trip “Swing Of The Axe”!

Yusuf Abdul Jamil: Malam ini di bengkel lagi denger:

  1. Booze & Glory “London Skinhead Crew” 
  2. The Casualties “We Are All We Have”
  3. Romi & The Jahats “Slonong Boy”

Roni Pramaditia: Soundgarden – Outshine, Mastodon – Curl of The Burl, Kvelertak – Mojd

Sammy Bramantyo : (6) 1. Lowrider – War, 2. Legalize Drugs & Murder – Electric Wizard, 3. Gemu Ga Mi Re – Trio Elexis 

 

Beergembira: Last Question. Pesan buat para penikmat bir dan penjual bir?

Yusuf Abdul Jamil: Pesan buat penikmat bir, jangan mubazir. Untuk penjual bir, jangan jual ke anak sekolah, nanti dia beli botol gepeng buat campuran bikin bir pletok haha.

Sammy Bramantyo: Untuk penikmat bir: Tahu batasnya (kalau sampai lewat, pastikan kamu punya teman untuk nyupirin pulang). Untuk penjual bir, saya masih ada deposit 450 ribu, nanti kalau mau restock saya kabari.

Beergembira: Thanks so much for the fun #Beerchat tonight yoo! Thank you buat kalian yang juga sudah ikutan meramaikan Beerchat kali ini. Sampai jumpa di perbincangan bersulang gelas-gelas bir selanjutnya! Tetap jadi penikmat bir yang bertanggung jawab dan #TahuBatasnya

 

Chat Spills:

@Hamkatuju: Selain bir ada minuman lain nggak yang wajib ditenggak?

Arian Arifin: Eggnogg

@Masrenzie: Kapan dan apa bir pertama kalian?

Sammy Bramantyo: Bir Bintang kali ya. Agak lupa. Kelas 3 SMP di Semarang kayaknya bareng om gue yang bangor.

Arian Arifin: Bir pertama pas gue kecil di kereta dari Boston ke New York. Nyicip punya oom gua. Ga tahu merknya apa.

Yusuf Abdul Jamil: SMA. Anker Bir.

Sammy Bramantyo @Imaskumis: Bir yang paling gue suka so far yang paling terjaga rasanya dan mudah didapat adalah Erdinger Weissbier. Kalo craft beer gue suka Baird Beer (Jepang), Kocour (Ceko), dan beberapa Indian Pale Ale.

@Giantgarage: Bang Sam, sebelum manggung sama Seringai, biasa minum bir berapa kaleng? 

Paling 1-2 kaleng bro. Manggung mabok itu nggak oke banget buat gue. Kayaknya seru, mainnya bagus, tapi buat yang nonton nggak gitu sih haha. Lo dibayar, professional, manggung yang bagus, baru abis itu hajar.

@Adityabayu13: Hari ini sudah habis berapa kaleng/botol bir?

Sammy Bramantyo: Baru 2.5 kaleng nih bareng Roni Pramaditia. Aman.

@Adk to @Arian: Band heavy metal paling favoritnya apa?

Arian Arifin: Banyak bener itu mah. Sekarang lagi suka band lokal @hurtemnotus yang gue rilis sama Lawless Jakarta Records. 

@dedidude : bosque, jempol bau bisa diilangin sama bir nggak?

Arian Arifin: Bisa kawan, selama hidup minim drama niscaya jempol takkan berbau. 

Beergembira: Sesungguhnya bisa. Sungguh. Campur bir suhu ruangan dengan daun mint yang ditumbuk, atau peppermint oil. Rendam kaki yang bau selama 2-3 menit. Keringkan. (Oh, kami berasa rubrik Setetes Embun di majalah Kartini)

@Gabrielbimo: Menurut kalian sah-sah aja nggak sih kalau cewek itu menikmati bir? Lalu hal apa yang membuat masyarakat menganggap kalau cewek ngebir selalu dipandang negatif?

Arian Arifin: Sah dong. Kita hidup dalam masyarakat patriarkis, menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama dalam kehidupan sosial. Kalau soal negatifnya mah, siapapun bisa jadi asshole, mai laki atau perempuan. Makanya hilangkan budaya patriarki. Setara!

@Bojesrizky: Menurut kalian kenapa sampai saat ini bir masih identik dengan hal negatif? Belum menjadi budaya di negara ini atau lebih cenderung menjadi gaya hidup?

Arian Arifin: Karena stigmanya? Nggak semua orang itu minum bir untuk mabuk lho. Banyak juga yang minum bir kayak orang lagi ngopi. Mimik cantik. Bisa tipsy atau kelebihan, bisa juga nggak ada apa-apa. Yang banyak berbahaya itu justru oplosan, atau minuman yang nggak jelas.

@aricalgari: Pasangan kalian juga suka bir?

Gofar Hilman: Pasangan gue ga suka, gue doang suka, tapi kita saling suka. Azek.

@sr_dmnt: Bir untuk kelas pekerja. Wine untuk kelas elit. Setuju atau tidak? Pendapatnya?

Gofar Hilman: Salah. Wine untuk nemenin main PS.

@ahmdzaelani Cemilan yang cocok buat bir?

Arian Arifin: Burger & Fries

@Vikopurwoko: Apa tanggapan kalian ketika bir suka disita oleh pihak berwajib karena alasan mengandung alkohol yang bisa menyebabkan hal-hal buruk yang tidak diinginkan di masyarakat?

Roni Pramaditia: Hal buruk terjadi karena pendidikan rendah bukan karena miras. Kalau nggak ada miras dan sekolah seperti sekarang, sama aja banyak penjahat.

 

Penasaran sama posting aslinya? Kamu bisa cek disini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this :
CHEERS 32

CHANNEL