Beergembira
Mengapa Harus 21+?

Usia menjadi patokan

Usia sering kali digunakan sebagai patokan sebagai pantas atau tidaknya seseorang melakukan sesuatu yang sifatnya dianggap “dewasa”. Seperti untuk sah dalam mengemudikan kendaraan, kamu harus sudah berumur 17 tahun, atau rokok yang diperuntukan 18+. Lalu mengapa minuman beralkohol harus 21+?

Belgia, Belanda, Jerman & Italia Punya Standar Sendiri

Beberapa negara tercatat memberlakukan hukum usia minum. Seperti Belgia, Belanda, Jerman, dan Itali memperbolehkan seseorang untuk mengkonsumsi minuman beralkohol sejak umur 16 tahun.

Indonesia menetapkan 21+

Indonesia dan kebanyakan negara asia melegalkan seseorang untuk meminum minol ketika berumur 21+. Standar 21+ dipilih oleh pemerintah, karena pada umur 21+ seseorang sudah mencapai kemantapan mental dalam mengambil keputusan. Paraturan tersebut dituangkan secara resmi di dalam pasal 15 Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) no. 20/M-DAG/PER/4/2014.

Pengaruh secara psikologis

Secara psikologis, korteks prefrontal orang yang sudah berumur 21 tahun dianggap sudah cukup untuk pengambilan keputusan serta mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya, dibanding dengan seseorang kurang dari umur tersebut.

Standar 21+ untuk menghindari hal-hal merugikan

Maka itu standar 21 tahun ke atas digunakan sebagai syarat menghindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri ataupun orang lain (mengemudi dalam keadaan mabuk, misalnya).

Menurut kaca mata medis

Secara medis juga tidak mendukungmu untuk mengkonsumsi minuman beralkohol sebelum mencapai umur 21+. Karena pada usia dini sel-sel dalam tubuh masih harus terus berkembang hingga mencapai umur mendekati 20-an.

Good things come to those who wait

Minuman beralkohol tetaplah harus dinikmati secara bijak dan tahu batasnya. Bir adalah minuman untuk orang dewasa, bukan untuk menunjukkan kalau kamu sudah dewasa. Bagi yang sudah cukup umur untuk mengkonsumsi minuman beralkohol, tetap minum secara bertanggung jawab ya! Prost!

Share this :
CHEERS 44

CHANNEL