Bir Ini Dibuat Dengan Tinta Cumi-Cumi
By • Monday, 29 October 2018

Belakangan ini apapun bisa menjadi bahan dasar untuk membuat bir. Mulai dari bahan dasar yang cukup tradisional seperti ceri dan kulit jeruk; hingga ke bahan yang tidak umum seperti kembang sepatu dan tinta cumi-cumi.

Para pembuat bir tidak henti-hentinya melakukan inovasi dalam menambahkan varian terbaru untuk minuman keemasan ini. Terkadang untuk menciptakan sesuatu yang baru memang harus menerobos batasan yang ada. Contohnya, seperti menambahkan tinta cumi ke dalam bir. Hmm, seperti apa ya rasanya kira-kira?

Tinta cumi-cumi yang berwarna gelap, bertekstur kental dan rasanya yang asin ini biasanya digunakan sebagai bahan pewarna makanan dan bisa pula digunakan untuk menambah cita rasa pada roti, pasta, saus dan beberapa hidangan lainnya.

Beberapa negara seperti Italia, Jepang dan Spanyol biasanya menggunakan tinta cumi-cumi untuk masakan mereka. Sementara di Amerika tinta cumi-cumi belum terlalu familiar bagi masyarakat di sana.

Pada tahun 2014, Grant Pauly founder dari 3 sheeps Brewing.Co pernah membuat india pale ale menggunakan tinta dari cumi-cumi. Ia mangatakan bahwa banyak orang yang tidak menyukai rasanya, bahkan beberapa orang enggan untuk mencoba minuman racikannya tersebut. “Menurut beberapa orang, konsep minum bir yang dibuat dengan tinta cumi-cumi itu terlalu berlebihan” imbuhnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by 3 Sheeps Brewing (@3sheepsbrewing) on

Ide pembuatan bir dengan tinta cumi-cumi berawal saat istri Pauly pulang dari Chicago dan membawa pasta yang dibuat dengan menggunakan tinta cumi-cumi (makanan khas dari Italia) setelah itu Pauly mendapatkan ide. Ia beranggapan bahwa tinta cumi-cumi dapat mengubah salinitas (tingkat keasinan) air yang bisa membuat cita rasa hop dari bir keluar. Lalu dari hasil pemikiran itulah ia membuat IPA yang berwarna hitam menggunakan tinta cumi-cumi.

Beberapa tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2016 silam, Marin Brewing Co yang berlokasi di Larkspur, California bekerja sama dengan Monkey Paw Brewing di San Diego untuk menciptakan gose menggunakan tinta cumi-cumi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Marin Brewing Company (@marinbrewing) on

Brewmaster dari Marin Brewing yakni Arne Johnson menyatakan bahwa bir yang telah berhasil diraciknya mendapatkan respon yang baik dari para pembeli meskipun masih ada yang enggan untuk mencicipinya. Beberapa orang merasa aneh tapi mereka tetap menikmati tiap sesapannya imbuh Arne Johnson.

Tinta cumi-cumi memiliki kemampuan yang baik ketika bercampur dengan bir. Hal inilah yang kemudian menginpirasi Johnson untuk menggabungkan tinta cumi-cumi tersebut. Dari pada menambah garam kedalam bir racikannya, Johnson akan menggunakan tinta cumi-cumi sebagai pengganti garam.

Pauly sangat menikmati percobaan ini. Selain membuat bir menggunakan tinta cumi-cumi, ia juga membuat varian lainnya untuk 3 sheeps brewing salah satunya adalah minuman yang bernama White Whale bir. Hasil karya yang diciptakan olehnya ini dibuat dengan menggabungkan daging domba. Daging domba? Seperti apa rasanya ya kira-kira?

 

View this post on Instagram

 

A post shared by 3 Sheeps Brewing (@3sheepsbrewing) on

Marin and Monkey Paw telah berdiskusi mengenai pembuatan bir jenis gose dengan menggunakan tinta cumi-cumi dan kemungkinan mereka akan mengikuti ajang Great American Beer Festival.

Meskipun Marin dan 3 Sheeps telah mencoba untuk menggunakan tinta cumi-cumi sebagai bahan gabungan pembuatan bir mereka, masih banyak orang yang belum bisa menerima inovasi ini. Menurut Pauly, bir ini lebih nikmat disesap dalam keadaan yang fresh dari pada diawetkan.

Jadi, untuk para penikmat bir yang bosan dengan varian yang itu-itu saja, kalian bisa mencoba bir yang diracik menggunakan tinta cumi-cumi ini. Beranikah kalian mencobanya?

RY

Via: AllAboutBeer

Share this :