Ale Vs Lager: Which One Is Which? • BEERGEMBIRA.COM
Ale Vs Lager: Which One Is Which?
Posted by | Wednesday, 11 March 2015

Ada berbagai macam jenis bir yang bisa kita nikmati di pub atau bar favorit kita. Dua jenis yang paling populer adalah ale dan lager. Tapi pernahkan kalian bertanya, apakah ale dan lager itu sendiri? Atau bagaimanakah proses pembuatannya? Artikel ini akan memberikan sedikit inside look dibalik proses pembuatan bir favorit kita semua.

ale_lager

Perbedaan yang paling menonjol antara ale dan lager adalah temperatur saat bir tersebut difermentasikan. Ale difermentasikan pada suhu yang relatif lebih tinggi dibandingkan lager, yaitu di suhu 18 sampai 23 derajat Celcius. Sedangkan lager sendiri difermentasikan di suhu 7 sampai 12 derajat Celcius. Perbedaan berikutnya yang menonjol adalah penggunaan ragi yang berbeda di antara keduanya. Ale menggunakan ragi yang bersifat mengapung dan menetap di permukaan selama beberapa hari dan kemudian akan tenggelam ke dasar setelahnya, sementara lager menggunakan ragi yang bersifat menetap di dasar.

Ale terdiri dari berbagai macam varian:

  1. Amber Ale

Ale yang termasuk dalam kategori Belgian Ale ini mempunyai rasa yang sedikit lebih manis dibandingkan jenis lain. Amber Ale dikenal dengan warnanya yang lebih gelap dan bisa kalian temukan di varian Budweiser American Ale.

  1. Pale Ale

Varian dari ale ini memiliki warna yang cenderung lebih pucat dibandingkan Amber Ale dan varian lainnya. Bitter adalah salah satu dari varian Pale Ale yang penuh kandungan malt dan hops yang menghasilkan aroma yang khas. Contoh Bitter yang cukup terkenal adalah Foster’s Special Bitter.

  1. Indian Pale Ale atau IPA.

Rasa dan aroma hops yang lebih pahit membedakan ale ini dari varian lain. Warnanya juga sedikit lebih gelap dan kadang dikategorikan sebagai keemasan.

  1. Irish Ale

Ale ini memiliki warna kemerahan dan rasa yang manis. Jenis bir ini dipopulerkan oleh Killian’s Irish Reds.

  1. Barley Wine

Satu lagi varian ale yang manis adalah Barley Wine, yang memiliki cakupan warna dari Amber sampai ke shade yang lebih gelap, dengan rasa yang fruity tapi memiliki kadar alkohol yang tinggi.

  1. Wheat Beer

Atau biasa dikenal dengan weissbier atau hefeweizen, adalah jenis lain dari Pale Ale dan memiliki warna yang pucat dengan karakteristik rasa yang menyegarkan dan sangat berkarbonasi.

  1. Stout dan Porter

Adalah dua varian ale dengan warna yang lebih gelap. Porter sendiri memiliki shade yang sangat gelap dan dibuat dari malt yang dipanggang. Stout sendiri dibuat dengan tidak menggunakan malt, melainkan dengan barley yang dipanggang hingga berwarna gelap, perasa cokelat yang menghasilkan rasa manis, juga dengan penggunaan hops yang minimal. Terdapat beberapa tipe Stout seperti chocolate, coffee, oatmeal, dry, milk, oyster, dan imperial stout. Salah satu tipe dry stout yang cukup terkenal adalah Guinness.

Di ujung lain spektrum bir terdapat lager dengan berbagai variannya. Lager terkenal dengan rasanya yang lebih halus dibandingkan dengan ale. Ini disebabkan oleh proses fermentasi dengan menggunakan ragi yang tidak mengambang dan menghasilkan rasa yang lebih halus dan murni.

Bock adalah salah satu jenis lager yang berwarna gelap dan berasal dari Jerman. Rasa yang dihasilkan oleh Bock bervariasi, mulai dari rasa yang malty sampai ke rasa yang hoppy yang berwarna lebih gelap atau lebih sering disebut sebagai Helles Bocks. Untuk rasa yang lebih keras, Dopplebock adalah varian yang gelap, malty, dan bertekstur penuh.

Dunkel adalah varian lager yang paling populer dari Jerman. Warnanya yang lebih gelap menjadi karakter utamanya. Ditambah dengan kandungan alkohol yang rendah dan sedikit rasa coklat, karamel atau licorice.

Dua varian lainnya, yaitu Marzen dan Munich Dark Pale. Walau berasal dari kota yang sama, yaitu Munich, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Marzen, atau yang lebih dikenal sebagai Octoberfest Beer, memiliki tekstur full-bodied dan berwarna coklat gelap. Salah satu jenis Marzen yang terkenal adalah Samuel Adams Octoberfest. Sedangkan Munich Dark Pale adalah lager berwarna gelap yang beraroma malt dan kopi.

Jenis lager yang paling populer di seluruh dunia adalah Pale Lager yang memiliki kandungan alkohol yang sedikit, sangat berkarbonasi, dan memiliki rasa yang sangat murni dan ringan. Pilsner adalah salah satu jenis Pale Lager yang paling terkenal.

Walaupun sebetulnya masih banyak lagi varian dari ale atau lager berdasarkan dari cara pembuatannya atau dari bahan-bahan yang digunakan, termasuk dari pemakaian sayuran dan buah-buahan, kebanyakan dari bir yang beredar saat ini adalah varian dari salah satu jenis yang sudah dipaparkan di atas. Mudah-mudahan artikel ini dapat membantu kalian dalam memilih jenis bir yang akan kalian nikmati dan menjadi favorit kalian. Cheers.

Share This:

Comments