Dampak Perubahan Iklim Bagi Bir
By • Tuesday, 12 April 2016

Perubahan iklim telah memberikan efek yang sangat dramatis terhadap planet bumi ini dan bahkan kabarnya efek tersebut belumlah seberapa. Namun masih saja, beberapa orang tidak menyadari atau bahkan bersikap acuh tak acuh terhadap permasalahan tersebut. Lantas apa yang akan membuat perhatian mereka tertuju pada isu tersebut?

Bagaimana jika perubahan iklim tengah merusak bir?

Kenyatannya, planet dengan suhu hangat mulai mendeklarasikan perang terhadap bahan-bahan pembuat serta proses pembuatan bir enak. Inilah dampaknya :

Tidak ada air yang layak

Tanpa air yang layak, tidak akan ada bir enak. Sebagai contoh, kekeringan di West Coast membuat banyak pembuat bir resah akan kemungkinan bahwa mereka dipaksa mengganti air bersih menjadi air tanah. Tentunya pergantian sumber air tersebut akan mempengaruhi rasa.

Langkanya air bersih adalah masalah utama di seluruh dunia. Forum Ekonomi Dunia melabeli krisis air sebagai sumber masalah global yang sangat signifikan. Tentunya ini sangat mudah dipahami; kita semua tahu bagaimana jadinya jika bir, produk paling wahid yang bisa dihasilkan oleh air, ludes suatu saat dan semua orang akan marah akibatnya.

beerclimate1

Temperatur brewing yang salah

Pembuat bir Artisanal di Belgia terancam punah sebab temperatur musim gugur yang hangat mengurangi musim pembuatan bir tradisional dalam tong terbuka. Mereka lantas langsung menuang bir ke dalam saluran sebab temperatur tidak langsung mendingin secara cepat dan tidak bertahan dalam suhu yang cukup dingin untuk membantu terjadinya proses fermentasi. Pembuatan bir secara tradisional ini membutuhkan tahapan bir yang didinginkan langsung di luar gedung demi mendapatkan ragi alami dari lingkungannya. Ini bisa terjadi hanya dengan temperatur yang tepat, idealnya sekitar 26-46 derajat Fahrenheit.

Lima puluh tahun lalu, musim pembuatan bir berlangsung dari pertengahan bulan Oktober hingga bulan May, kata Jean Van Roy, kepala craft brewery Cantillon di Brussels kepada Agence France-Presse. Sekarang musim pembuatan bir musiman tersebut dilakukan dari bulan November ke Maret, dan temperatur cepat bergeser ke suhu yang tidak memungkinkan.

Tidak cukupnya jelai atau barley

beerclimate2

Barley atau jelai, kunci dari pembuatan bir, mengalami dampak paling besar dari perubahan iklim. Pada tahun 2006, gelombang panas di benua Eropa mengakibatkan jumlah jelai terpangkas menjadi hanya seperempat dari jumlah biasanya. Hal ini berdampak besar pada harganya yang melonjak hinggal 40%. Sebuah berita buruk bagi negara Jerman, khususnya, dikarenakan hukum yang mengatur bahwa para pembuat bir tidak diperbolehkan untuk mengganti jelai atau barley dengan jenis gandum lain dalam resep pembuatan bir.

Ironisnya, pertempuran melawan perubahan iklim juga memberikan efek yang luar biasa terhadap produksi jelai. Regulasi pemerintah yang mendorong para petani untuk mengembangkan tumbuhan biofuel seperti rapeseed, perlahan memangkas penggunaan lahan untuk penanaman jelai.

Tidak cukupnya hops

beerclimate3

Hops, bahan pemberi rasa untuk mayoritas bir, secara khusus rentan terhadap perubahan iklim. Penulis studi ilmiah dampak perubahan iklim terhadap produksi hop di Republik Ceko menuliskan bahwa bahkan dengan suhu yang sedikit hangat sejauh ini mengakibatkan kemunduran kualitas dan stagnan.

Kebanyakan hops di Amerika dikembangkan di Washington’s Yakima Valley, di mana tempeatur yang lebih hangat dan kondisi kekeringan mengancam penanaman tumbuhan. Climate Impact Group memprediksi bahwa akan ada kekurangan air di Washington States tidak lebih dari tahun 2080an.

Kedengaran seram?

Lantas bagaimana solusinya?

Salah satu cara penanggulangan kekurangan bir yang tidak terelakkan ini adalah dengan mulai menjaga alam. Klise sih, memang. Namun pelajaran tersebut telah dipraktekan secara langsung oleh beberapa perusahaan pembuat bir. Dengan ancaman perubahan iklim yang mempengaruhi kualitas bir di masa depan, beberapa craft brewers telah berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dari pembuatan bir mereka.

LR

Via : inverse

Share this :