Mengenal Lebih Dekat: Stout Beer
By • Wednesday, 11 March 2015

Ada di sini yang gemar minum bir hitam? Stout beer atau bir hitam mungkin kurang populer di kalangan anak muda sini. Entah karena rasanya yang memang agak pahit, warna bir yang kurang menarik, atau stigma yang terlanjur menempel di otak; “Kalau minum bir hitam, pasti kamu adalah mas-mas.” Tidak bisa dipungkiri memang. Beberapa kerabat yang kami kenal jarang ada yang mengkonsumsi bir jenis ini. Kalau pun ada, tentunya mereka dengan gender laki-laki biasanya yang cukup bisa menikmati tiap seruputnya. Jarang sekali, bahkan nyaris tidak ada, teman-teman kami yang perempuan yang cukup menggemari bir hitam.

Well anyway, sebelum membahas lebih dalam lagi, kita tarik mundur dulu. Apa sih stout beer itu? Stout beer adalah bir berwarna hitam yang dibuat dari campuran biji gandum, bunga hop, air, dan ragi. Kata “stout” sendiri awalnya memiliki makna keberanian. Namun setelah abad ke-14, kata tersebut akhirnya berkonotasi menjadi “keras atau kuat”. Penggunaan kata stout yang diasosiasikan dengan bir ditemukan tahun 1667 dalam sebuah dokumen yang tercatat dalam Egerton Manuscript. Di situ digambarkan bahwa stout beer adalah bir yang keras. bukan bir yang berwarna hitam. Sedangkan istilah porter sendiri awalnya dipakai pada tahun 1721 untuk mendeskripsikan bir berwarna coklat pekat yang dibuat dari biji-biji gandum yang dibakar.

stout_bir

Popularitas porter kala itu membuat beberapa brewers mulai bereksperimen untuk membuat varian-varian dari bir hitam berdasarkan dari tingkat kekuatan rasanya. Stout porters adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan bir dengan rasa yang cukup kuat. Seiring dengan perkembangan waktu dan jaman, penggunaan istilah stout menjadi jamak digunakan untuk penyebutan bir hitam ketimbang bir yang kuat.

Stout yang paling populer di sini adalah Dry atau Irish Stout. Kalau mau sebut merk, Guiness atau Anker Stout adalah salah satunya. Agak kesulitan sebenarnya untuk kami, yang juga menggemari bir hitam, untuk lebih mengeksplorasi bir jenis ini di Indonesia. Karena setiap kami pergi ke sebuah mini market atau supermarket, yang ada hanya dua merk tadi. Pun ketika pergi ke sebuah bar, tidak banyak beer house atau bar yang memiliki varian dari sebuah bir hitam.

Selain Irish Stout, tercatat ada beberapa variasi bir hitam yang diproduksi. Antara lain:

  1. Imperial Stout

Dikenal juga dengan nama Russian Imperial Stout. Bir ini memiliki after taste yang sangat kuat. Alkohol yang terkandung di dalamnya pun terhitung cukup tinggi untuk ukuran bir, yaitu sebesar 9%.

  1. Baltic Porter

Ini versi lain dari Imperial Stout yang difermentasi dingin. Bir hitam ini diproduksi di negara-negara Baltik seperti Jerman, Finlandia, dan Denmark.

  1. English Porter

Bir hitam yang ini dibuat di Inggris. Sebuah catatan mengenai brewing tradisional Inggris mengatakan bahwa bir hitam ini adalah campuran dari 3 macam varian bir; old ale, new ale, dan mild ale.

  1. Milk Stout

Bir hitam ini mengandung lactose atau kandungan gula yang berasal dari susu. Karena lactose ini tidak dapat difermentasi oleh ragi bir, rasa yang dihasilkan oleh bir ini cenderung manis dan mengandung banyak kalori. Meski belum ada penelitian yang sahih, stout ini juga diklaim mengandung banyak nutrisi dan boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui.

  1. Oatmeal Stout

Dari namanya sudah cukup jelas. Bir ini mengandung 30% gandum yang ditambahkan saat proses brewing. Meski namanya oatmel stout, tidak ada rasa gandum yang khusus yang dihasilkan oleh bir ini. After taste yang smooth dari bir ini berasal dari tingginya kandungan protein dan lipid yang diberikan oleh penggunaan gandum.

  1. Chocolate Stout

Nama ini diberikan untuk jenis stout tertentu yang menggunakan aroma dark chocolate supaya bir terlihat lebih pekat dan aroma gandumnya lebih terasa.

  1. Coffee Stout

Biji gandum berwarna pekat seperti black patent malt, dapat menambahkan rasa pahit kopi ke dalam bir hitam, Beberapa brewers yang ingin lebih menekankan rasa kopi di dalam bir hitam tersebut terkadang menambahkan sendiri kopi bubuk ke dalam ramuan stout tersebut.

Ok kembali lagi. Selain rasanya yang pahit, stigma “mas-mas”, dan alasan-alasan konyol lainnya, bir hitam ini ternyata mengandung banyak manfaat. Terlebih untuk kesehatan. Sebuah riset yang diterbitkan ke dalam Journal of Science of Food and Agriculture menyebutkan bahwa bir hitam memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan light beer, yang mana zat besi ini merupakan salah satu unsur penting dalam sel tubuh manusia yang tugasnya membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Bir jenis ini juga memiliki antioksidan yang paling banyak untuk membantu memperbaiki kerusakan sel yang terjadi secara alami dalam tubuh.

So, are you dare enough to grab your stout now? Remember, keep drinking beer responsibly. Cheers!

Share this :