Sake, Bir Asli Jepang yang Dikenal Sebagai Wine Beras
By • Tuesday, 28 March 2017
Tags : / /

Kalau kamu pernah pergi ke Jepang, atau paling tidak tertarik dengan kebudayaan Jepang, nama sake pastinya familiar di telingamu. Segelas minuman hangat khas Negeri Sakura tersebut bisa jadi perlambangan dari kebudayaan dari masyarakatnya, termasuk hubungan khusus antara piknik musim semi di bawah pohon Sakura atau sepotong bayangan akan seorang pekerja kantoran di kota Tokyo yang sibuk.

Sake dikenal oleh orang-orang Jepang sebagai rice wine, atau anggur beras. Meski disebut demikian, sake bukanlah anggur. Alih-alih minuman khas Negeri Matahari Terbit ini adalah bir.

Bir merupakan minuman berkonten alkohol yang dibuat dengan mengubah pati dalam gandum menjadi gula dan melewati proses fermentasi menjadi alkohol. Dalam kasus sake, perubahan itulah yang terjadi dalam beras dalam perubahannya menjadi sake.

Dalam produksi bir yang biasanya, gandum tumbuh, mengubah sari patinya menjadi gula, elemen yang didayagunakan oleh biji-bijian menjadi energi. Butiran tersebut dicampur dengan air untuk membuat sup yang terasa manis.

Sementara itu ragi merampungkan proses selanjutnya, membuat alkohol dan karbon dioksida yang memicu foam serta perasaan gelitik dalam mulut. Produk jadi bir kemudian dicampurkan dengan bunga hop yang menghasilkan rasa dan struktur  yang tahan dalam proses penyimpanan.

Rahasia unik dari minuman beralkohol ini adalah sebuah enzim bernama koji yang memperbolehkan terjadinya perubahan dari sari pati beras ke gula dan fermentasi terjadi pada tempat yang sama serta hampir dalam waktu yang sama pula. Koji sendiri telah digunakan beberapa ribu tahun belakangan, meskipun orang-orang tidak tahu siapa yang pertama kali menggunakannya.

Namun kegemaran orang-orang Jepang dalam mendeksripsikan minuman beralkohol mereka sebagai wine beras mencerminkan bagaimana masyarakatnya memandang produk kultur minuman Negeri Sakura itu sendiri serta rasa familiarnya yang hampir mirip dengan wine daripada bir. Jenis sake sendiri sama banyaknya dengan jenis wine; dijamin akan membuat penikmat yang baru merasakan enaknya sake kebingungan.

Selain proses pembuatannya, ada rasa pedas dalam minuman ini mengingatkan banyak orang terhadap bir. Meski demikian, rasa-rasa yang menyusul kemudian bisa membuat siapapun orang yang mencicipinya teringat akan wine.

Maka kesimpulannya, minuman beralkohol asal Jepang ini bisa jadi realisasi akan imajinasi penikmat bir di manapun yang penasaran bagaimana sebuah bir bisa terasa seperti wine.

Kedengarannya akan sangat aneh untuk merekomendasikan konsumsi minum sake dingin di cuaca terdingin negeri Jepang, namun kekuatan sake dapat membuatmu terasa hangat bagaimanapun suhu minuman tersebut di dalam gelasmu. Setelah tegukan pertama, kamu akan merasakan salah satu minuman fermentasi tradisional terenak sedunia.

 

LR

Via : The Kansas City Star

Share this :