Vitamin Dalam Bir Dapat Mengurangi Efek Samping Kemoterapi
By • Tuesday, 28 February 2017

Bir sumber segala kebaikan. Setelah penelitian mengungkap bir baik untuk tulang dan dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung, kabar baik mengenai bir muncul kembali. Menurut penelitian, sebuah vitamin yang ditemukan di bir dan susu bisa digunakan untuk merawat sakit berkepanjangan saat kemoterapi.

Disamping membantu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker, kemoterapi, perawatan yang sangat melelahkan itu sering menimbulkan efek-efek samping yang brutal. Secara khususnya, banyak obat-obatan yang bisa merusak sistem saraf, membuat penderita semakin sensitive untuk beberapa minggu setelahnya.

Namun para peneliti menyatakan efek-efek samping tersebut bisa diberantas dengan mengonsumsi suplemen nicotinamide riboside (NR).

Sekelompok tim peneliti dari Universitas Iowa mengetes bentuk vitamin B3 di tikus-tikus betina. Tikus percobaan tersebut telah menerima obat paclitaxel, sebuah obat yang biasa diberikan untuk penderita kanker dan memiliki efek samping menyebabkan rasa sakit.

Para peneliti ingin melihat bisa atau tidak NR mencegah atau bahkan merawat peripheral neurophaty, sebuah kondisi dimana saraf peripheral rusak dan menyebabkan rasa lemah, kebas dan sakit terutama di kaki dan tangan, yang disebabkan oleh obat-obatan kanker.

Mereka akhirnya menemukan tikus-tikus laboratorium yang menerima perawatan kemoterapi dan suplemen NR dapat mentolerir rasa sakit lebih baik daripada tikus yang tidak menerima suplemen NR.

Penulis penelitian Dr. Marta Hamity mengatakan kalau penemuan mereka mendukung ide bahwa NR bisa berpotensi digunakan untuk mencegah atau mengurangi peripheral neurophaty di pasien penderita kanker.

LR

Via : Daily Mail

Image : Getty Image

Share this :